FESTIVAL KPH TINGKAT NASIONAL DAN PAMERAN USAHA KEHUTANAN (PUSAKA) TAHUN 2018

Di Post Admin October,01,2018


BANTUL- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Balai KPH Yogyakarta menggelar Festival KPH Tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan (PUSAKA) dengan tema “Hutan Lestari Untuk Kemakmuran Rakyat” yang berlokasi di Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Jumat (28/9/2018) sampai dengan Sabtu (29/9/2018).

Acara ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri LHK, Gubernur DIY, dan para tamu undangan lainnya. Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan bahwa KPH betul-betul harus bisa mendampingi masyarakat dalam membangun kelompok usaha masyarakat di dalam dan sekitar hutan.  “Industri kehutanan sangat luas sekali, banyak yang bisa kita kerjakan. Saya lihat sudah ada yang memulai, sudah mulai kelihatan. Jangan Berhenti, saya akan ikuti perkembangannya.”


Presiden Joko Widodo menekankan bahwa banyak produk sektor kehutanan yang bisa dikembangkan, diperluas, diperbesar dan harus melibatkan masyarakat baik usaha yang diinisisasi oleh pemerintah maupun pihak swasta. “Apabila semua perusahaan mau menerima produk dari masyarakat, saya kira masyarakat akan makmur. Kenapa tidak digaungkan, diperbesar, sehingga berkembang diseluruh Kabupaten, tugas KPH mengarahkan masyarakat karena pasar untuk sektor kehutanan masih sangat luas”, tutur Bapak Presiden. Disela pidatonya, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat sekitar hutan untuk berbincang. Ashari Tukimin, masyarakat sekitar hutan yang turut ambil bagian dalam pengembangan budidaya ulat sutera di Kelompok Tani Hutan Margo Sutro, RPH Mangunan, dipersilahkan naik ke atas panggung untuk berbincang secara langsung dengan Presiden Joko Widodo. Ashari menuturkan, adanya kegiatan wisata dan usaha di bidang kehutanan yang melibatkan masyarakat memberikan dampak postif bagi masyarakat. “Yang saya lihat menambah penghasilan warga”, tutur Ashari. Pada akhir pidato, didampingi oleh Siti Nurbaya dan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Presiden Joko Widodo memukul kenthongan yang diikuti oleh ribuan orang masyarakat, hal tersebut sebagai simbol bahwa Festival KPH Tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan telah resmi dibuka.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden Joko Widodo di kawasan hutan pinus Mangunan. Sri Sultan turut menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan hutan bagi masyarakat. “Hutan sebagai paru-paru dunia akan lebih bermakna dengan dibarengi pemberdayaan masyarakat”, tuturnya.

Acara ini diakhiri dengan minum madu bersama dengan jumlah 5.500 peserta yang berhasil dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Menjadi harapan bersama dengan diselenggarakannya acara ini semoga dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan hutan dan meningkatnya kemakmuran masyarakat untuk masa yang akan datang.


Penulis                 : Pramesthi Indo Juniarti

Gambar               : Vincentia Tri Saptaningsih