Antusiasme Petani Membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) Dari Limbah Buah - Buahan

Di Post Admin November,26,2018


Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair adalah yang umumnya dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi. Bahan dasar MOL berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Dekomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati.

Petani yang tergabung dalam Regu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (RPO) di Mojolegi, Karangtengah, Imogiri, Bantul pada hari Kamis 22 November 2018 memanen MOL buah yang dibuat dua minggu sebelumnya. MOL akan diaplikasikan untuk tanaman yang dibudidayakan petani.


KEUNGGULAN UTAMA PENGGUNAAN MOL

Berikut adalah keunggulan dari pemanfaatan MOL

1. Pembuatan MOL sederhana dan mudah dengan waktu yang relatif singkat.

2. Biaya pembuatan murah, karena menggunakan bahan-bahan yang kurang dimanfaatkan dan tersedia di sekitar.

3. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur kompleks baik makro maupun mikro serta mengandung mikroba yang bermanfaat.

4. Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu.

5. Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah.

6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk hasil tanaman.

MOL adalah cairan yang mengandung mikroorganisme hasil produksi sendiri dari bahan-bahan alami di sekeliling kita (lokal), dimana bahan-bahan tersebut merupakan tempat yang disukai sebagai media untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat menghancurkan bahan-bahan organik (decomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman.

BAHAN UTAMA PEMBUATAN MOL 

1. Sumber glukosa : gula pasir, gula merah atau gula batu yang diencerkan dengan air atau dihancurkan halus, bisa juga dari air nira atau air kelapa 

2. Sumber karbohidrat : cucian beras, nasi basi, limbah singkong, kentang atau gandum

3. Sumber bakteri : keong mas, bekicot, isi usus hewan, bonggol pisang, buah – buahan, kotoran hewan

MOL BUAH

Buah yang digunakan yang tersedia disekitar kita seperti pepaya, mangga, nangka, nanas, pisang & tomat. Kelebihan Mol buah adalah memiliki aroma yang harum seperti aroma buah aslinya

Manfaat dan kandungan

1.  Sebagai perangsang bunga dan buah

2.  Meningkatkan kualitas buah seperti daya tahan dan menambah rasa manis buah

3.  Sebagai pengurai bahan organik atau pembuat kompos

Alat 

1. Jerigen besar volume 10 l/ galon/ ember + tutup

2. Botol air mineral/ sirup volume 1,5 l

3. Selang plastik kecil 

4. Plastisin / huwas

5. Ember / baskom

6. Saringan

7. Blender/ lumpang

8. Pisau dan talenan

Bahan 

1. 2 kg limbah buah – buahan seperti pepaya, nangka, pisang, mangga, nanas, tomat dll

2. 2 ons gula merah

3. 2 liter air kelapa

4. 8 liter air leri (cucian beras)

5. Air bersih 

Cara Pembuatan 

1. Lumatkan (blender) buah- buahan yang tersedia lalu disaring

2. Masukkan gula merah yang telah disisir

3. Campurkan dengan air kelapa dan leri

4. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat beri lubang udara bagian atasnya lalu masukkan selang yang dihubungkan dengan botol yang sudah diisi air, ujung selang plastik harus terendam dalam air

5. Fermentasi selama ± 14 hari

Konsentrasi dan cara penggunaan

1. Untuk biang kompos 

Campur air 5 l tiap 1 l MOL. Tambahkan  gula 1 ons lalu semprotkan ke campuran bahan organik, tutup rapat.

2. Untuk pupuk

Encerkan dengan air 15 liter tiap 1 liter MOL. Semprotkan ke tanaman pagi atau sore


Penulis : Dewi Kurniawati, S.Si