Bimtek PKSM 2019 : Mengobarkan Kembali Semangat Rimbawan

Di Post Admin July,15,2019


Oleh : M Alex Zubaedi, S.Hut, M.IL

Dewasa ini, Kabupaten Gunung Kidul sedang menjadi destinasi favorit para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. selain mempunyai pantai yang indah, daya tarik Kabupaten Gunung Kidul juga ditunjang oleh landscape tanah yang unik dan hamparan hijauan vegetasi yang luas. Hal itulah yang membuat pelancong selalu berdecak kagum dan secara otomatis akan mengabadikan kunjungan mereka dalam sebuah gadget kamera. Ramainya kunjungan wisatawan merupakan berkah bagi masyarakat, terutama yang terlibat dalam kelompok pengelola wisata. Namun perlu diketahui bersama, bahwa salah satu daya tarik wisata berupa hamparan vegetasi hijau (hutan) tersebut, tidaklah dapat diciptakan dalam sekejap mata. Sejak tahun 1980an, hutan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul mulai dirintis dengan melibatkan berbagai stakeholder dan istansi terkait, salah satunya adalah tokoh-tokoh masyarakat yang telah diangkat menjadi Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Oleh karena itulah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta, menghimbau kepada para PKSM, agar tidak terlena dalam mengarungi masa-masa kejayaan dengan kegiatan wisata. Selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan adalah salah satu kunci agar keberlanjutan wisata tetap lestari. Jangan sampai keringnya lahan di Gunung Kidul pada tahun 1980an terulang kembali. 

“Di tengah makin berkurangnya tenaga Penyuluh Kehutanan PNS, Maka keberadaan PKSM menjadi sangat penting. Oleh karena itu PKSM diajak untuk kembali aktif berkiprah sebagai motor penggerak dalam program-program kegiatan pembangunan kehutanan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul” pungkas Bapak Sabam Benedictus Silalahi, S.Hut, MP mengakhiri sesi paparannya di hadapan 30 peserta Bimbingan teknis PKSM tahun 2019 yang bertempat di BDH Paliyan

Selain presentasi di atas, Acara yang berlangsung sejak tanggal 8 Juli 2019, menghadirkan berbagai narasumber dengan topik yang berbeda-beda, antara lain tentang kebijakan pembangunan kehutanan DIY, Perhutanan Sosial, Aneka usaha kehutanan, Akses permodalan BLU, Peluang usaha dari PT Sobi, Membangun motivasi PKSM, dan topik lainnya. Setelah selama 3 hari bimtek ini terselenggara, maka di akhir acara, atas inisiatif dari PKSM sendiri, mereka merasa perlu membentuk sebuah forum yang bertujuan untuk menjaga kebersamaan, menjalin komunikasi dan memudahkan kordinasi kerja dengan instansi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya setelah melalui musyawarah mufakat maka lahirlah Forum PKSM Handayani, dengan Bapak Sukandar yang telah ditunjuk sebagai Ketua forum untuk yang pertama kalinya.